Panu kerap diidentikkan dengan penyakit yang memalukan dan menandakan penderitanya kurang cakap dalam menjaga kebersihan badan. Memang, penyakit yang memberikan penanda berupa bercak terang yang cenderung putih ini akan sangat mudah dikenali banyak orang. Dalam beberapa kasus, panu bisa menyebar ke berbagai tempat dan bahkan bisa semakin membesar sehingga penderitanya bisa kehilangan kepercayaan diri. Panu yang tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan kulit bersisik dan terasa kasar.
Panu kerap kali muncul di area punggung
atau lengan. Namun, area perut, leher, dan juga area dada atas juga bisa
diserang oleh penyakit yang dalam mitos masyarakat dianggap sebagai
penyakit menular ini. Penyebab dari penyakit kulit ini adalah gangguan
dari jamur malassezia. Uniknya, jamur ini sebenarnya memang mudah
ditemukan di kulit manusia dan biasanya tidak memberikan efek samping
apapun. Namun, jika ada iritasi yang terjadi pada kulit, maka jamur ini
tiba-tiba berkembang dengan pesat dan menyebabkan bercak-bercak putih di
kulit. Disamping itu, adanya kondisi kulit berminyak dan berkeringat
berlebihan pada kulit menyebabkan kulit menjadi lebih lembab dan
menyebabkan panu pada kulit.
Beruntung panu tergolong sebagai penyakit
yang mudah untuk diobati. Obat panu dan gangguan jamur lainnya
sangatlah mudah ditemukan di warung-warung terdekat berupa krim atau
salep. Asalkan mematuhi aturan pakai, panu sudah bisa diobati dalam
jangka seminggu atau dua minggu saja. Hanya saja, jika panu sudah
terlanjur berkembang dengan pesat dan sangat besar, kita bisa
berkonsultasi ke dokter dan diberikan obat berupa tablet yang bisa
menghilangkan jamur pada kulit.
Untuk mencegah panu tumbuh di kulit kita,
kita bisa memakai shampoo atau sabun anti jamur yang diyakini bisa
mencegah tumbuhnya jamur kulit sekali dalam dua minggu atau satu bulan.
Shampoo atau sabun anti jamur sendiri bisa ditemukan di apotek. Jaga
kebersihan kulit dan badan dengan mandi setidaknya dua kali sehari dan
menjaga agar kulit tidak terlalu lembab.

0 Komentar untuk "Penyakit Panu Yang Memalukan"